Menjelang pelaksanaan Upacara Penutupan Latsitarda Nusantara ke-46, Komandan Jenderal Akademi TNI, Letjen TNI Sidharta Wisnu Graha, memberikan pengarahan kepada Taruna dan Kadet Satgastar Latsitarda Nusantara ke-46 di Kolinlamil, Jakarta Utara, Sabtu (14/2/2026).
Dalam arahannya, Danjen menegaskan bahwa Latsitarda Nusantara merupakan wadah pembelajaran bagi taruna dan kadet untuk bersosialisasi, berinteraksi langsung dengan masyarakat, serta mempererat kebersamaan antar peserta dari berbagai lembaga pendidikan kedinasan. Selain itu, Danjen juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh taruna, kadet, dan unsur pendukung Latsitarda Nusantara ke-46 atas pelaksanaan pengabdian Dharma Bhakti dalam membantu masyarakat di lokasi sasaran, khususnya percepatan pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Danjen menambahkan bahwa Panglima TNI turut memberikan apresiasi atas kerja nyata taruna dan kadet dalam membantu masyarakat Aceh Tamiang yang terdampak bencana.
Lebih lanjut, beliau menekankan bahwa Latsitarda Nusantara menjadi sarana penting untuk meningkatkan semangat integrasi antar taruna dan kadet sebagai bekal saat kelak menjadi perwira, sekaligus mengamalkan 11 asas kepemimpinan sebagai tonggak awal pengabdian.
Dalam kesempatan tersebut, Danjen juga mengingatkan kembali bahwa seluruh peserta adalah pejuang. Oleh karena itu, beliau menegaskan kembali akronim PETARUNG yang selaras dengan jati diri prajurit agar dapat diimplementasikan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pada akhir pengarahan, Danjen berpesan kepada taruna dan kadet angkatan 2026 agar kelak, saat dilantik menjadi perwira dan bertugas di satuan maupun instansi lainnya, tetap menjaga kekompakan dan bertekad menjadi angkatan terbaik.
Kegiatan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin Danjen Akademi TNI sebagai harapan agar pelaksanaan Upacara Penutupan Latsitarda Nusantara ke-46 dapat berjalan tertib dan lancar.